7.14.2009
man purposed god disposed
tapi Tuhan tetaplah satu-satuny yang akan menentukan ....
hehehe.....
rencana ke jakarta itu buat jalan2,, ketemu ma sodara2.. tapi malah sakiit..
jadilah stay di rumah m.dy dan mas wiwin..
en ngrepotin mereka deeeh....
smoga kondisi badanku sgera fit en baik2 aja sperti sediakala...
amiiiiiiiiin.......................
6.22.2009
no story today
surely.. i'll post it to this lovely blog..
anyway....
time to refreshing sudah tiba...
i'll be home this week...
6.14.2009
sebuah catatan
saya tidak tahu cerita ini merupakan fiksi ato non fiksi, yang jelas cerita ini saya dapat dari film yang berjudul note book..
alkisah hiduplah sepasang suami istri yang saling mencintai dan menyayangi,, akan tetapi kebahagiaan yang telah mereka bina dengan suka cita tiba-tiba lenyap karena sang istri menderita penyakit alzhemeir, yang tidak bisa mengingat segala sesuatu dengan baik, hampir seperti pikun tapi parah begitu lah...
saat-saat pertama sang suami mengetahui hal ini dia sangat shock, dan seperti kebnayakan orang dia-pun nyaris stress...
namun cinta menyelamatkan segalanya...
ada sesuatu yang membuat sang suami merasa pedih namun ia tetap memutuskan untuk memperjuangkan cinta mereka...
setiap hari selama bertahun-tahun... sang suami selalu menemani hari-hari sang istri di panti rehabilitasi ...dia bahkan tidur di salah satu kamar di panti tersebut
setiap hari dia membacakan cerita tentan pertemuan mereka dan lain-lain...
meski tiap hari ia harus selalu memperkenalkan siapa dirinya.. karena sang istri tidak bisa mengingatnya dalam waktu yang lama (even 1 day, it's impossible)
hal itu terus berlangsung hingga puluhan tahun.,,,
hingga suatu saat ketika umur mereka kian menua..
suatu keajaiban terjadi...
sang istri mampu mengingat kembali sang suami yang telah setia menemaninya dalam suka dan duka.....
inti cerita ini adalah...
ketika mencintai seseorang dengan tulus.. entah itu keluarga, sahabat ataupun kekasih..
kita selalu yakin bahwa selalu ada jalan keluar untuk setiap masalah....
dengan rasa cinta dan kasih sayang yang tak pernah luntur.. apapun dapat dilalui...
so don't give up for your love!!!!!!!!!!!
6.07.2009
relax dulu aaagh
2.18.2009
d' coooowwsss...
COW IN ACTION
Mungkin kalian belum tau ya?
Selain suka banget ama kucing dan kuda, aku juga suka sama sapi… udah hampir 2 tahun ini aku sering banget senyum-senyum dewe kalo’ lihat boneka sapi, atau gambar sapi… poko’e yang berhubungan ma sapi deegh…hehe…
Anyway….
Di samping kebun mbah, ada orang yang punya sapi dua ekor, yang satu induknya dan yang satu anaknya…
Mereka adalah jenis sapi Brahman, yang kata ibu harganya bisa belasan juta….waaah bisa beli motor baru tyu…
Tapi enggak deeegh… aku seneng mereka karena tampangnya lucu, cute, imut, nggemesin, waaaach…. Poko’e dimataku mereka keren abiiiz…. (berlaku untuk semua jenis sapi yang berada dalam kondisi bersih terawat)
Ya….sebel juga sigh kalo’ ada sapi yang kurus-kurus….
By the way…sepertinya aku gak akan makan daging sapi lagi deegh….
Wwuuuih.. padahal enak banget….
2.13.2009
malam tahun baru imlek
Ini adalah hari pertama aku berada di rumah ketika orang-orang Cina merayakan tahun baru Imlek, dan tepatnya kemarin tanggal 26 Januari 2009, aku beserta ayah dan ibu, dan juga budhe Tun memutuskan untuk mengunjungi Mbah di Takeran, dan rencananya seusai dari Takeran kami akan mengunjungi Mbah di Brangkal.
Ketika sampai di Takeran ternyata Paklek Purji dan bulek Titik yang juga tinggal satu rumah dengan simbah tengah pergi ke tukang pijat (bulek lagi pegel-pegel), tapi di sana sudah ada bulek Yayuk yang memang menginap sehari sebelumnya.
Beberapa saat kemudian ketika kami asyik mengobrol di teras depan, Paklek dan bulek tiba di rumah.
Entah bagaimana ceritanya, paklek Purdji bercerita tentang lazitnya masakan di resto Palem yang letaknya di daerah Madiun dan tidak terlalu jauh dari Takeran.
Perlu diketahui, Mbah Kakung adalah tipikal orang yang suka banget di ajakin makan di tempat yang oke punya, entah itu suasana dan juga makanannya, tidak peduli berapapun biaya yang akan habis (tapi sejujurnya, aku dan para sederek labih suka uang mbah yang jutaan tiap bulannya dipake’ buat ke dokter habis di resto-resto, it means mbah kakung tetep sehat tanpa harus berfoya-foya dengan obat dari dokter J) .
Anyway… pagi itu langit belum begitu mendung, akan tetapi menjelang siang di saat kita bersiap-siap menuju Palem, hujan turun perlahan tapi pasti membasahi bumi Takeran.
Hati kecilku langsung berteriak-teriak “oh my God, I’ll be the wiper today” (ctt kecil; mobil bapak AC-nya does not work well, so pasti ketika semua jendela tertutup rapat, mengembunlah kaca depan yang tentu saja mengganggu pandangan sang sopir, siapapun itu)
Well, dalam perjalanan, hujan semakin deras, dan aku bekerja semakin keras, hehehe… ![]()
Beberapa menit kemudian, sampailah kita di Palem resto, ketika mobil paklek memasuki area parkir, sang penjaga langsung berlari manuju mobil paklek, kontan semua orang di mobil bapak berfikir kalo’ sang juru parkir menyambut kedatangan kita, but finally kita terkaget-kaget ketika paklek dengan cepat memutar mobil dan keluar dari area parker.
Selang beberapa saat, bulek Titik menelpon bulek Yayuk yang berada satu mobil denganku, we finally found that resto tersebut sudah di booking oleh para sederek polisi.
Setelah hampir 10menit kita kebingungan harus makan dimana, at last bulek Yayuk yang notabene bertempat tinggal di Madiun menyebutkan satu nama restoran ato lebih tepatnya depot yaitu AKUR.
Dengan perasaan kecewa kita meluncur ke depot Akur, dengan suasana hujan yang masih amat sangat deras. Beberapa menit kemudian kita berada di depan depot Akur. Akan tetapi hujan yang semakin deras dan jalanan di depan depot Akur yang banjir membuat kita merasa ga’ karuan, antara senang dan sedih, senang karena finally we get there, sedih karena ternyata udah nyampe’ sanapun harus nglewatin banjir juga.
Aku jadi ingat ucapan mbah putri ketika berjlan menuju depot seraya mengangkat jaritnya “oalah…arep mangan wae koyo’ ngene, ne’ ora mergo pengen nyenengke mbahmu (red: mbah kakung) yo ra bakal ngene iki” aku bingung mau berkata apa akhirnya kalimat yang terucap hanya “yaa… gapapa mbah sekali kali.. hehehe..” mbah langsung menyahut “yo…”
Waaah liburan kali ini benar-benar gak akan terlupa, meskipun yang ngumpul bukan seluruh keluarga besar Hardjo Soemarto tapi seneng banget, coz masih bisa ketemu mbakyu Niez yang lagi hamil ponakan kedua, cucu kedua di kel. Hardjo Soemarto, hehehehe..
Meski ga’ sempet ngobrol lama dikarenakan seusai makan bersama, aku, bapak, ibu’ dan juga budhe Tun langsung berangkat ke Brangkal buat visiting mbah yang dari bapak.
Anyway.. aku juga sempet ketemu de’ Yan sama de’ Luth
Well…..
Itulah sekilas cerita liburan bulan January yang pastinya jadi unforgettable bagi kita semua..
Oh ya di waktu yang sama keluarga Hardjo Soemarto yang lain juga pada ngumpul lhoohhh…
Kel yang di Semarang pada berlibur ke Jogja, peklek Tono juga pulang ke Jogja (aslinya aku juga berencana ke sana coz kangen banget ama Rani.. L tapi apa mau dikata mendadak aku dateng bulan dan slama 2hari my stomach hate me..)
By the way…..
Kel yang ada di Jakarta; mas Mak dan keluarga, beserta Ari dan ceweknya si Risa, juga mbakyu Ninik jalan-jalan ke ITC ambassador. Unfortunately tiba-tiba mas Mak dapet kabar kallo’ adek dari mbahnya mbak Neneng meninggal dunia.
Satu lagi yang agak tragis… mbakyu Dien malah menghabiskan weekendnya di Lab karena dalam 2 hari akan di adakan assessment lab, and she is the Lab manager, so…. Dia punya tanggung jawab penuh terhadap apupun yang berhubungan dengan lab, kinda hard thing…. But that’s life… I mean it’s a choice… 
It’s my holiday’s story, what is your story? J
Remember….
Love your family coz none understand you as much as your family
Long live Hardjo Soemarto family!!!!
J…..

